Bupati Jarot Hadiri Tabliq Akbar HUT TNI ke-74

oleh

SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri acara Tabliq Akbar dalam rangka HUT TNI ke-74 tahun 2019 di Kabupaten Sintang, Sabtu (5/10) malam, di Halaman Masjid Al Amin Sintang, Jalan Lintas Melawi.

Dalam sambutannya, Jarot mengatakan, bahwa acara Tabliq Akbar ini merupakan tanda bahwa TNI dalam sejarahnya tidak pernah terpisah dan jauh dari umat Islam, karena dalam sejarahnya dimana pada tahun sebelum kemerdekaan yakni tahun 1943, terdiri dari tiga unsur yang dibentuk oleh para santri seperti ada divisi Mujahidin, Divisi Hizbullah dan divisi Sabilillah.

“Dimana setelah kemerdekaan ketiga divisi ini bergabung dengan elemen bangsa yang lain membentuk badan keamanan rakyat sebagai cikal bakal dari TNI. Kemudian mempertahankan kemerdekaan, semangat juang TNI terpanggil dengan seruan jihad dari para Kyai. Sehingga pada 10 novemver 1945 kita dengar kata Merdeka atau Mati,” ujarnya.

Demikianlah lanjut Jarot wujud kedekatan TNI dengan umat Islam, dimana akan terus terjaga selamanya untuk kedaulatan bangsa dan negara. Untuk itu, Jarot mengajak seluruh umat Islam di Kabupaten Sintang menjaga keharmonisan, ketentraman dan kebersamaan dari keberagaman yang ada di Kabupaten Sintang.

“Mari kita jaga kebersamaan ini, baik dengan kita sesama muslim, dengan umat lainnya juga, agar kehidupan yang penuh keberagaman di Kabupaten Sintang ini selalu terjaga tanpa terpecah belah karena perbedaaan,” tutup Jarot.

Sementara itu, Habib Muhammad Iskandar Al Qadrie dalam tausiyahnya mengatakan, mengajak umat Islam di Kabupaten Sintang untuk bersama-sama dengan umat lainnya menjaga, kedamaian, kebersamaan yang ada dan menjaga NKRI dari hal-hal yang tidak baik.

“Saya juga mengajak umat Islam yang hadir untuk selalu berbuat baik kepada siapapun, karena itu merupakan cermin dari seorang muslim yang baik dan taat. Apapun background kita, apapun latar belakang kita, apapun pekerjaan kita, siapun kita, jadilah seorang yang berusaha untuk selalu memberikan manfaat bagi orang lain,” terangnya.

Karena jelasnya, orang yang paling baik itu bukan seorang ustadz, bukan seorang jendral, bukan seorang habib atau yang lainnya. Tetapi ketika semasa hidupnya orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.

“Dengan begitu Inshaa Allah orang tersebut adalah orang yang paling berharga di hadapan Rasulullah dan Allah Subhanahu wa ta’ala,” terangnya.

Habib juga mengajak Umat Islam yang hadir, agar selalu introspeksi diri, selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi segala larangan Allah Subhanahu wa ta’ala. Kerana segala yang dimiliki sekarang hanyalah titipan dari sang pencipta, baik itu pangkat, jabatan, harta, keluarga, waktu, kesehatan dan lainnya.

“Jangan terlena dengan semuanya, jadikan itu sebagai sarana ibadah untuk meraih sukses dan ridho di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala,” pesannya. (say)