Cap Go Meh di Sintang, Wujud Perbedaan Jadi Pemersatu Bangsa

oleh
Bupati Jarot saat menyerahkan secara simbolis bantuan persil tanah seluas 739 M2 dan danaRp100 juta kepada Ketua MABT Sintang, pada malam perayaan Cap Go Meh, Selasa (19/2).

SINTANG – Tak seperti biasanya, ribuan masyarakat Kota Sintang tumpah ruah di Terminal Induk Sungai Durian. Kedatangan mereka tak lain untuk memeriahkan malam perayaan Cap Go Meh 2570, Selasa (19/2) malam.

Berbagai acara disajikan, dari menghadirkan artis Jakarta, pengunjung juga dimanjakan dengan hadiah yang begitu melimpah dari panitia penyelanggara dan juga kembang Api.

Serta ditandai dengan penyerahan  secara simbolis  bantuan satu persil tanah seluas 739 M2 dan danaRp100 juta dari Pemerintah Kabupaten Sintang kepada  Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT)  Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno yang membukan secara langsung kegiatan tersebut mengatakan, bahwaperayaan  Cap Go Meh  ini merupakan hari terakhir perayaan Imlek. Dirinya sangat bangga, semua berjalan dengan lancar sesuai apa yang diharapkan panitia penyelenggara,.

“Semua ini tak terlepas dari persatuan dan kesatuan masyarakat dalam menjalin persaudaraan di Sintang,ini  yang nyata  selalu kita rasakan,” ujarnya.

Perayaan Cap Go Meh ini, kata Jarot tidak hanya dinikmati  masyarakat Tionghoa , namun juga komponen bangsa  yang ada di Kabupaten Sintang. Ini harus diakui bahwa perbedaan, keragaman itu  sesuatu yang indah  dan itu bukanlah masalah  apabila saling menghargai.

“Tentunya juga saling menghormati, memperkuat persatuan kesatuan. Ini merupakan modal sosial kita untuk membangun. Buat apa merdeka kalau tidak bersatu,” tegasnya.

Jarot juga menjelaskan,  bahwa masyakarat juga harus  menyadari, pemerintah telah memberikan kebebasan seluasnya untuk merayakan hari besar keagamannya, hari besar budayanya, dengan dicabutnya Inpres Nomor 167 dan tidak dikeluarkannya Inpres Tahun 2000.

“Ini diberlakukan  kepada semua  komponen bangsa yang ada di Indonesia ini, bahwa masyarakat Tionghoa juga sama dengan kita berbangsa Indonesia, dalam  rangka merajut kesatuan dan persatuan,” terangnya.

Sejak  Indonesia lahir dan sebelum merdeka, semua sama-sama memperjuangkan kemerdekaan, serta sudah sama-sama mengisi kemerdekaan ini,  sehingga semua komponen bangsa,  juga mempunyai andil yang sama, untuk menjaga, mengisi kemerdekaan tanah air Indoensia.

Sementara itu,  Ketua Panitia  Pelaksana Perayaan Cap Go Meh 2570 Imlek /2019 M, Appin mengatakan, perayaan ini merupakan kegiatan rutin tahunan masyarakat Tionghoa, guna merajut persatuan dan kebersamaan.

“Kegiatan  tahun ini, temanya Keberagaman Merajut Persatuan dan Persaudaraan, ini dengan tujuan menjalin hubungan  persatuan dan persaudaraan dalam keberagaman , suku, agama  dan budaya kita yang ada di Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (dil)