Carikan Solusi Agar Peladang Tak Lagi Terlibat Kasus Karhutla

oleh
Anggota DPRD Sintang, Harjono

SINTANG – Belakangan ini, kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjerat enam peladan di Kabupaten Sintang menjadi sorotan berbagai pihak.

Salah satunya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Harjono. Ia menekankan agar pemerintah memikirkan solusi ke depan sebagai bentuk pencegahan, agar peladang di Kabupaten Sintang tidak lagi terlibat kasus (Karhutla).

Hal tersebut, kata Harjono bukan tanpa alasan, karena kalau menilisik beberapa tahun belakangan ini, ada saja peladang di Kabupaten Sintang yang dijadikan tersangka akibat Karhutla.

“Seharusnya sudah dipikirkan solusi. Jangan main tangkap saja, utamakan pencegahan. Carikan solusi-solusi yang tepat, agar tak ada lagi masyarakat yang berurusan dengan hukum akibat Karhutla ini,” ujarnya di temui di Kantor DPRD setempat, Senin (18/11/2019).

Dikatakannya, bisa saja solusinya dengan dibentuk tim untuk mendampingi mereka (peladang) dalam membakar untuk membuka lahan pertanian, sehingga tak melanggar aturan yang ada.

“Bentuk tim, bisa dari instansi terkait. Dampingi peladang saat membakar lahan, dengan begitu dapat terorganisir. Daripada Patroli, lalu main tangkap-tangkap saja, kan kasian masyarakat,” terangnya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun yakin, kalau itu diterapkan, maka tidak akan ada lagi masyarakat yang terlibat Karhutla. Dengan begitu juga, petani tidak khawatir lagi dalam membuka lahan untuk berladang.

“Membakar untuk membuka lahan pertanian, itu sudah menjadi kearifan lokal dan sudah turun-temurun untuk masyarakat kita. Itu akan sulit dihilangkan. Makanya pemerintah harus mencarikan solusinya, agar kearifan lokal itu tetap terjaga dengan tidak melanggar aturan yang berlakut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward juga berkomentar perihal ini. Ia menyayangkan dan bahkan merasa kecewa para peladang masih tetap diproses secara hukum oleh aparat.(dil)