Elemen Bangsa di Sintang Sepakat Jaga Situasi Aman dan Damai

oleh

SINTANG – Pasca kejadian 22 Mei lalu yang membuat heboh masyarakat Indonesia, Polres Sintang langsung mengambil tindakan cepat sebagai langkah antisipasi, agar hal tersebut tak terjadi di Bumi Senentang.

Langkah yang diambil, yakni dengan mengundang semua element bangsa yang ada di Kabupaten Sintang, terdiri dari, seluruh Frokopimda Sintang, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sintang, Romo Paroki Kristus Raja Sintang, Masyarakat Adat Dayak, MABM,  Puspawaja dan lain sebagainya.

Ditemui usai pertemuan, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, bahwa pertemuan tersebut atas inisiatif Kapolres Sintang. Dengan tujuan untuk menjaga Kabupaten Sintang aman dan damai.

“Pertama memang kita briefing (pengarahan) dulu, situasi terakhir pasca kejadian tanggal 22 Mei lalu, agar kejadian di Pontianak dan Jakarta tidak menyebar ke Kabupaten Sintang,” ujar Jarot.

Setelah dikaji bersama kata Jarot, Kabupaten Sintang aman dan tidak terjadi apa-apa. Meski begitu, Jarot menegaskan semua elemen tidak boleh lengah. Harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami juga sampaiakan, bahwa situasi terakhir di Sintang ini aman terekendali. Apalagi seluruh elemen bangasanya berkeinginan untuk menjaga, supaya situasi aman dan kondusif ini tetap terjaga,” jelasnya.

Pada pertemuan itu, Jarot juga mengatakan, bahwa pihaknya minta masukan dari seluruh elemen yang hadir. Kebanyakan masukan yang diberikan yakni, semua pihak yang berkepentingan tidak mengeluarkan ujaran kebencian dan tidak menyebarkan hoaks.

“Upayakan klarifikasi kalau menerima berita. Terutama gambar visual yakni foto dan video. Jangan sampai ditelan mentah-mentah,” tegasnya.

Selain itu, Jarot juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya tak ada mendapat laporan masyarakat Kabupaten Sintang yang ikut turun aksi pada 22 Mei lalu, baik di Pontianak maupun di Jakarta.

“Jadi tidak masyarakat kita yang iktu serta.  Beda dengan reoni 212, kita identifikasi memang ada teman-teman kita kesana. Bahkan kita sempat ngopi-ngopi sama mereka,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkab Sintang ini juga mengimbau, agar rekan-rekan pers bisa memberikan suasana yang sejuk di tengah kondisi saat ini. “Kalau membuat berita jangan headlinenya heboh, misalnya ada masa menuju ke Polsek Kota Sintang, tapi kenyataannya hanya satu orang yang datang,” pungkasnya. (dil)