Hadiri Tabliq Akbar BKMT, Jarot Ajak Tauladani Sifat Nabi Muhammad

oleh
Bupati Jarot saat memberikan sambutan pada acara Tabliqh Akbar yang di laksanakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tempunak, di Masjid Al Muhajirin Desa Paribang Baru, Minggu (17/11).

SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri Tabliqh Akbar yang di laksanakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tempunak, di Masjid Al Muhajirin Desa Paribang Baru, Minggu (17/11).

Tabliq Akbar tersebut mengangkat tema “menjadikan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai inspirasi mewujudkan generasi unggul dan Islami yang penuh toleransi, dengan menghadirkan Da’i Muda dari Tanggerang, Ustadz Muhammad Syaeroji.

Dalam sambutannya, Jarot menyampaikan, bahwa saat ini masih masuk dalam bulan rabiul awal 1441 hijriah atau bulan Maulid. Untuk itulah melalui momentuh bulan Maulid ini, Jarot mengajak untuk mencontoh tauladan dan akhlaq Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

“Terlebih tema yang di angkat pada tabliah akbar ini adalah menjadikan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai inspirasi mewujudkan generasi unggul dan Islami yang penuh toleransi,” ujar Jarot.

Dikatakannya, untuk membentuk generasi muda yang mencontoh akhlak Rasullallah yang paling utama adalah ibu-ibu. Karena otak manusia mulai tumbuh ketika dalam kandungan sampai usia empat tahun, itu sudah tumbuh 60 persen.

“Makanya dalam kandungan sering dibacakan sholawat, dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an. Ketika lahir diadzankan ayahnya,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, ketika umur empat tahun juga harus dan sudah diajari kebaikan dan ilmu agama, sehingga sampai pada usia tersebut sudah memiliki dasar menjadi generasi muda yang berakhlaq mulai. Selanjutnya di sampaikan Jarot bahwa dari usia empat sampai enam tahun itu tumbuh otaknya menjadi 80%.

“Setelah usia enam tahun itu tinggal ngelengkapin saja 20 persen dijejali kebaikan-kebaikan lain, dan pada saat itu dimana anak-anak kita yakni di rumah di asuh ibu-ibunya, itu lah kenapa peran ibu itu penting dalam keluarga,karena dekat dengan anak-anaknya,” ucap Jarot.

Sementara itu, dalam tausiyahnya Ustadz Muhammad Syaeroji pun mengajak para orang tua yang hadir pada acara tersebut untuk mencontoh dan meneladani akhlaq Rasullallah Shalallahu alaihi wassalam, meskipun terkadang sering terjadi pertengkaran dan api pertikaian dalam keluarga.

“Jadikan itu sebagai penghangat dalam kehidupan berumah tangga, yakni agar selalu mengingatkan masing-masing, agar ingat kepada khiblatnya Allah Subhanahu wa ta’ala. Kemudian melahirkan generasi unggul yang soleh dan soleha,” ujarnya.

Ustadz Syaeroji mengatakan, mengingat bulan ini merupakan momentun bulan Maulid, untuk itu dirinya kembali mengajak jamaah yang hadir untuk memperbanyak sholawat kepada baginda Rasullallah Shalallahu alaihi wassalam. Selain itu juga ia mengajak umat Islam untuk hidup terarah dengan ilmu, sehingga hidup itu akan menjadi mudah.

“Saya juga mengajak umat Islam di Kabupaten Sintang ini untuk selalu menghormati perbedaaan dan selalu menciptakan toleransi umat beragama, karena di Indonesia ini terdiri berbagi warna perbedaan baik itu suku dan agama,” terangnya.

Kalau toleransi tercipta, mala hidup nyaman, beribadah juga nyaman. Jadi jangan alergi dengan perbedaan. Kalau ada isu yang berupaya memecah belah kebersamaan, harus menyikapinya dengan iman.

“Karena kalau orang itu beriman pasti berakal. Kalau sudah berakal pasti tidak mungkin emosi, tidak marah. Iman itu sehat, jadi akal ikut iman akan sehat,” pungkasnya. (say)