Jarot Pimpin Safari Natal di Paribang Baru

oleh

SINTANG, Rasa kesatuan dan persatuan serta persaudaraan di Desa Paribang Baru, Kecamatan Tempunak terjalin sangatlah baik, karena sejumlah umatMuslim dan Khatolik hidup berdampingang.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang, Jarot Winarno saat melakukan kegiatan Safari Natal Pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2018, di Gereja Misi Injil Indonesia (GMII) Jemaat Getseman Paribang Baru, Desa Paribang Baru, Kecamatan Tempunak, Jumat (7/12) sore.

 

“Hebatnya di Paribang Baru ini, kegiatan Safari Natalturut dihadiri umat Katolikdan juga umat Muslim. Ini luar biasa, memang demikianlah rasa kebersamaan ini terjalin disini, inilah yang memang kita harapkan,” ujarnya.

 

Selain itu, dalam menyonsong perayaan Natal dan Tahun 2018, Jarot mengajak umat Kristiani di Kabupaten Sintang, dapat mewujudkankerja yang konkrit agar semua masyarakat di Kabupaten Sintang ini bisa mendapatkan yang seharusnya mereka dapatkan, secara khusus kepedulian terhadap anak-anak.

 

“Karena saat ini yang menjadi permasalah di sekitar kehidupan kita, masih ada anak-anak yang stunting,yang kerdil dan masih kurang gizi. Itu artinya bahwa anak tersebut belum mendapatkan hak-hak perlindungan yang sewajarnya,” kata Jarot.

 

Dari 100 anak-anak kata jarot, masih ada 30 sampai 37 anak tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya. Itu menentukan bahwa pelayanan 1000 hari pertama kehidupannya sejak dalam kandungan sampai 730 hari kemudian belum dilakukan dengan benar, sehingga mereka mengalami gejala yang disebut dengan stunting.

 

“Permasalah lain mengenai rata-rata angka lama sekolah, karena saat ini angka rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Sintang baru 6,9 tahun, yakni kelas 1 SMP hampir naik kelas 2 SMP, yang seharusnya di wajibkan belajar minimal 9 tahun,” terangnya.

 

Artinya masih banyak jumlah anak yang putus sekolah, tidak melanjutkan sekolahnya itu karena hak mereka belum terpenuhi. Pemerintah, orang tua dankeluarga mungkin lalai,sehingga hak-hak mereka belum terpenuhi semuanya.

 

Terakhir menjadi permasalah di Kabupaten Sintang adalah masalah dasar, yakni kesmiskinan, dimana jumlah penduduk Kabupaten Sintang saat ini sekitar 410 juta jiwa, namun 10,22% diantaranya yang hidup dalam garis kemiskinan.

“Itu artinya masih ada sekitar 43 ribu jiwa masyarakat Kabupaten Sintang yang masih hidup dalam garis kemiskinan,” pungkasnya.

Sementara itu Gembala Jemaat, Matius mengucapkan terima kasih Karen pemerintah kabupaten Sintang telah melakukanSafari Natal ke gereja GMII Paribang Baru. Dengan bisa melihat langsung kondisigereja yang memang saat ini belum rampung pengerjaanya, terutama untuk bagian dalamnya.

“Kita kursi belum ada, langit-langit atau deknya juga kita belum pasang, karena masih terkendala anggaran. Untukitu kami mohon bantuan dariPemkab agar gereja kami ini bisa selesai semua pengerjaannya,” harapnya.

Matius menjelaskan, GMII ini berdiri sejak 2013 lalu yang anggaran pembangunanya murni melalui swadaya jemaat. Tapi 2016 lalu pernah mendapatkan bantuan anggaran aspirasi dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Sintang sebesarRp30 juta.

“Kemudian tahun 2018 ini juga kembali GMII mendapatkan bantuan anggaran dari aspirasi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sintang sebesarRp50 juta,” terangnya.

Usai acara tersebut, Bupati Sintang menyerahkan bantuan dari Pemkab Sintangkepada sejumlah tempat ibadah, seperti Gereja dan Masjid di wilayah Kecamatan Tempunak. (pul)