Perjalanan Panjang Tim DTPK 2019, 500 Warga Perbatasan Dapat Pengobatan Gratis

oleh
foto bersama tim DTPK 2019 di depan kantor Dinas kesehatan Sintang sebelum berangkat menuju lokasi pengobatan gratis.

Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu merupakan desa yang berbatasan langsung dengan negara tentangga Malaysia wilayah Kabupaten Sintang.

Desa ini menjadi salah satu desa yang didatangi rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes Sintang) untuk menjalankan program pengobatan gratis Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) 2019.

Untuk mencapai ke lokasi tersebut dari Kota Sintang, harus menempuh jarak hampir 210km.Tak hanya itu, jalan yang dilalui juga tidaklah mudah. Dimana hampir 80 persen masih berkontur tanah, sehingga untuk mencapai desa tersebut dari Kota Sintang memakan waktu sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan.

Anak-anak SD Nanga Bayan berfoto bersama tim DTPK 2019 Dinkes Sintang usai mendapatkan penyuluhan tentang gigi.

Senin, (23/9/2019) sekira pukul 08.00 rombongan DTPK 2019 Dinkes Sintang bertolak dari Kota Sintang menuju lokasi kegiatan dengan mengunakan 5 mobil dan beberapa motor. Perjalanan yang menguras tenaga itu dilalui dengan penuh tantangan.

Meski begitu, perjuangan untuk mencapai tujuan begitu besar, rintangan yang dilalui seakan bukan menjadi hambatan untuk rombongan yang diperkiranan mencapai 30 orang tersebut.

Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya sekira pukul 17.00 WIB, atau 9 jam perjalanan sampai ditujuan. Tepatnya di Kantor Desa Nanga Bayan. Kedatangan rombongan pun seakan disambut meriah oleh alam, dengan turunnya hujan deras.

Sesampainya di sana, meski dalam keadaan lelah, rombongan langsung bekerja untuk menyiapkan program berobat gratis tersebut yang dilaksanakan pada malam harinya, sekira pukul 19.00 WIB.

Program tersebut pun disambut meriah oleh warga sekitar, tampak sekali mereka berbondong-bondong datang ke kantor desa untuk pengobatan gratis itu.

Pengobatan gratis itu pun berakahir sekira pukul 22.30 WIB. Namun keesokan harinya ditempat yang sama, program tersebut dilanjutkan. Bahkan tidak hanya berobat gratis, tapi juga diberikan penyuluhan kesehatan gigi kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD). Mereka juga diberikan hadiah berupa alat lengkap untuk mengosok gigi.

Program tersebut pun berakhir sekira pukul 12.00 WIB. Rombongan pun bertolak ke Desa Idai Kecamatan Ketungau Hulu untuk menjalankan program yang sama.

Sekira pukul 13.00 WIB, sampai ditujuan. Di sana tampak terlihat warga yang sudah menunggu untuk mendapatkan pengobatan gratis DTPK 2019 itu.

Warga Desa Nanga Bayan saat sedang mengantri namanya dipanggil untuk dapat pengobatan gratis.

Sesampai dilokasi kedua ini, rombongan Dinkes langsung bekerja bahu membahu untuk melayani pasien. Kegiatan itu pun baru berakhir sekira pukul 17.00 WIB.

Selesai kegiatan itu pun, rombongan langsung bertolak ke Desa Senaning yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Ketungau Hulu, untuk beristirahat.

Sesampainya di sana, rombngan disambut Kepala Puskesmas Senaning, yang mana telah dipersiapkan acara kecil-kecilan untuk malam perpisahan.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, bahwa program layanan pengobatan gratis DPTK ini yang paling penting adalah, masyarakat tahu kalau pemerintah memperhatikan seluruh warganya. Bukan hanya diperkotaan saja, tapi sampai ke desa-desa pedalaman hingga ke pelosok negeri.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada warganya yang tinggal di daerah terpencil hingga ke pelosok negeri. Kesehatan itu sudah sepatutnya didapatkan oleh setiap warga negara Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Sinto, bahwa Dinas Kesehatan Sintang membawa rombongan sekitar 30 orang dan dibantu dengan teman-teman dari Pusekesmas Senaning, hingga total petugas di DTPK ini sekitar 60 orang.

“Kita melayani pengebotan secara gratis, baik pengobatan umum, pengobatan gigi, gizi dan lain sebagainya,” katanya.

Bahkan kata Sinto, pihaknya juga membawa beberapa dokter, salah satunya dokter gigi. Karena dari informasi yang didapatnya, di Desa Nanga Bayan, kalau mau berobat gigi warga setempat pergi ke Malaysia.

“Animo masyarakat sangat luar biasa sekali. Dari dua lokasi program ini dilaksanakan, ada sekitar 500 orang yang berobat. Kita sangat bersyukur sekali,” jelasnya.

Sinto pun berharap, kegiatan ini terus didukung Pemerintah Kabupaten Sintang. Ia juga mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan lagi pada tahun depan di lokasi yang berbeda pula.

Tim DTPK 2019 berfoto bersama usai melaksanakan pengobatan gratis di Desa Nanga Bayan.

“Kita cari lokasi yang berbeda, tapi yang benar-benar masyarakat membutuhkan. Kita tidak cari lokasi yang dekat kota, tapi kita cari yang jauh,” tegasnya.

Sinto juga berterimakasih kepada para jajarannya yang ikut serta dalam program tersebut, yang telah bekerja keras selama 2 hari kegiatan.

“Terimakasih kepada rombongan yang ikut serta pada kegiatan ini, baik dari Dinkes Sintang maupun dari Puskesmas Senaning. Mudahan kegiatan ini menjadi berkah untuk kita bersama,” katanya.

Keesokan harinya pun, Rabu (25/9/2019) sekira pukul 08.00, rombongan Dinkes bertolak dari Senaning ke Kota Sintang. perjalanan pun akhirnya berakhir sekira pukul 16.00 WIB. (*)